Pelatihan Kewirausahaan Potong Rambut se-Jawa Tengah

Windan, 14-16 November 2019

Baznas Jateng Adakan Pelatihan Cukur Rambut di Pesantren Al Muayyad Windan


Dalam rangka menyelenggarakan misinya yaitu mengoptimalkan pendistribusian dan pendayagunaan zakat untuk pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pemoderasian kesenjangan sosial. Badan Amil Zakat Nasional atau yang biasa dikenal dengan Baznas, mengadakan pelatihan dasar kewirausahaan bidang usaha potong rambut bagi para mustahik produktif se-wilayah Jawa Tengah.


Penyelenggaraan pelatihan ini telah dibuka dan dilaksanakan di Pesantren Al-Muayyad Windan Makamhaji Kartasura Kabupaten Sukoharjo pada hari Selasa (12/11). Rencananya pelatihan ini akan diselenggarakan selama 4 hari, yaitu dari Selasa hingga Jum’at (12-15/11).


Dalam acara pembukaan pelatihan ini hadir Wakil Ketua tiga baznas Provinsi Jawa Tengah Drs. H. M. Zain Yusuf, MM, kemudian turut hadir ketua Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Sukoharjo Drs. H. Sardiyono MM, kepala kantor Kesbangpol Sukoharjo yang mewakili Bupati Sukoharjo, Gunawa Wibisono S.Sos dan KH. Dian Nafi’ selaku pengasuh Pesantren Al Muayyad Windan. Selain itu hadir pula perwakilan Baznas dari seluruh kabupaten/kota Jawa Tengah dan peserta pelatihan yang merupakan perwakilan seluruh daerah di Jawa Tengah beserta Santri pesantren Al Muayyad Windan.


Dalam sambutan yang disampaikan oleh Wakil Ketua tiga baznas Provinsi Jawa Tengah Drs. H. M. Zain Yusuf, MM, ia menekankan penyelenggaraan pelatihan ini merupakan cara Baznas untuk meninkatkan kualitas ekonomi masyarakat Indonesia melalui pengelolaan dana zakat sebaik-baiknya, yang kemudian dialokasikan untuk pendanaan pelatihan-pelatihan keterampilan di masyarakat. Ia menuturkan, sebelum adanya pelatihan cukur rambut ini juga telah ada beberapa pelatihan yang diselenggarakan Baznas, diantaranya pelatihan pertukangan, pemberdayaan ekonomi kreatif dan berbagai pelatihan lainnya.
Hal lain yang menjadi khas dalam pelatihan kali ini adalah adanya materi “aspek kesehatan dalam potong rambut”.
menurut narasumber, dokter hj triwigati, kegiatan pangkas rambut harus memperhatikan segi kesehatan. Seperti perihal tentang pencegahan penularan penyakit tertentu. Peralatan yang dipakai harus memenuhi persyaratan higien. Dengan demikian, hal tersebut selaras dengan kebijakan baznas, setiap peserta akan dibekali peralatan cukur yang standar, pengetahuan yang memadai dan keterampilan yang diuji. Harapannya melalui kegiatan pelatihan wirausaha ini kualitas ekonomi para mustahiq di Jawa Tengah bisa berubah, bahkan menjadi seorang muzakki bukan mustahiq saja.


baznaz-1

Selain itu, Drs. H. Rajimin MBA yang merupakan ketua panitia dari kegiatan ini juga menghaturkan bahwa pelatihan ini akan dijalani dengan serius untuk mengembangkan usaha dan skill mustahiq di Jawa Tengah. Bahkan ia juga menekankan pihaknya akan membantu proses pembiyaan pengadaan alat serta tempat cukur rambut bagi peserta yang lulus pelatihan ini. Model bantuannya sendiri berupa pinjaman uang 5 juta yang dikembalikan secara berkala dengan tenggat waktu 3 tahun.


Acara pembukaan pelatihan dasar kewirausahaan cukur rambut oleh baznas ini, juga sekaligus meresmikan dan launching perdana Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Al Muayyad. Ketua Baznas Amil Zakat Nasional Kabupaten Sukoharjo Drs. H. Sardiyono MM memberikan surat ketetapan secara simbolis kepada KH. Dian Nafi’ selaku pengasuh Pesantren Al Muayyad Windan bersama pengurus UPZ dengan disaksikan oleh Wakil Ketua tiga baznas Provinsi Jawa Tengah Drs. H. M. Zain Yusuf, MM beserta para peserta yang hadir dalam pembukaan acara tersebut.[]

Leave a Reply