Seminar Ketahanan Pangan

Sukoharjo, NU Online
Komunitas Santri Sahabat Bumi (SSB) Al-Muayyad Windan mengadakan seminar bertajuk “Seminar dan Ketahanan Pangan”. Kegiatan yang berlangsung di Aula Pesantren Al-Muayyad Windan Kartasura Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (21/10), ini dilaksanakan untuk menyambut Hari Santi Nasional (HSN) 2017.

Ketua Panitia Azzam Saputra mengungkapkan, pemilihan tema “Santri dan Ketahanan Pangan” berawal dari kegelisahan para santri Windan melihat kondisi di masyarakat Indonesia pada umumnya terkait dengan kurangnya minat para pemuda untuk ikut menggerakkan sektor pertanian.

“Saya melihat di kampung saya di Blora, banyak pemuda yang setelah lulus sekolah enggan terjun ke pertanian. Para pemuda, juga santri mestinya juga ikut andil dalam pertanian,” kata Azzam.

Kegiatan seminar ini menghadirkan tiga narasumber, yakni KH M Dian Nafi (Wakil Syuriyah PWNU Jateng, Dr. Mohd. Harisudin (Dosen Fakultas Pertanian UNS) dan Suratman (praktisi pertanian).

Dijelaskan Ketua SSB M. Ibnu Nafiudin, kegiatan seminar yang diselenggarakan SSB ini merupakan acara tahunan.

“Pada acara perdana tahun lalu kita menghadirkan Mbak Alissa Wahid dengan tema tentang manajemen penanggulangan bencana, kemudian pada kali ini kita membincang tentang ketahanan pangan,” tutur Ibnu.

SSB sendiri merupakan salah satu wadah kegiatan yang ada di Pesantren Windan, yang berfokus pada pembelajaran pertanian urban serta sistem pertanian organik. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Sukoharjo, NU Online
Komunitas Santri Sahabat Bumi (SSB) Al-Muayyad Windan mengadakan seminar bertajuk “Seminar dan Ketahanan Pangan”. Kegiatan yang berlangsung di Aula Pesantren Al-Muayyad Windan Kartasura Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (21/10), ini dilaksanakan untuk menyambut Hari Santi Nasional (HSN) 2017.

Ketua Panitia Azzam Saputra mengungkapkan, pemilihan tema “Santri dan Ketahanan Pangan” berawal dari kegelisahan para santri Windan melihat kondisi di masyarakat Indonesia pada umumnya terkait dengan kurangnya minat para pemuda untuk ikut menggerakkan sektor pertanian.

“Saya melihat di kampung saya di Blora, banyak pemuda yang setelah lulus sekolah enggan terjun ke pertanian. Para pemuda, juga santri mestinya juga ikut andil dalam pertanian,” kata Azzam.

Kegiatan seminar ini menghadirkan tiga narasumber, yakni KH M Dian Nafi’ (Wakil Syuriyah PWNU Jateng).

Santri Al-Muayyad Prihatin Minimnya Minat Pemuda di Sektor Pertanian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *